|

Setelah berhasil menjadi Juara I Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa (KKTM) bidang IPA dengan menyisihkan 18 peserta dari PTS lainnya se Jawa Timur serta mengungguli UBAYA Surabaya (Juara II), STIESIA Surabaya (Juara III), Univ. Muhamadiyah Surabaya (Juara Harapan I), Unika Widya Mandala Surabaya (Juara Harapan II) dan UNIPRA Surabaya (Juara Harapan III), serta menjadi Juara II ditingkat Wilayah C dimana Juara I diraih oleh Universitas negeri Udayana dan juara III disabet oleh Universitas Negeri Mataram, tim KKTM Universitas Islam Lamongan (UNISLA) yang terdiri dari Wahyuni, Abdul Wahid dan Kurniawan Dani P, ketiganya Mahasiswa Fakultas Peternakan UNISLA dilepas oleh Jajaran Rektorat dan Dekanat Fakultas Peternakan UNISLA untuk maju dalam KKTM bidang IPA tingkat Nasional.
KKTM tingkat Nasional yang merupakan kalender tahunan Dirjen Dikti kali ini dilaksanakan di UNISULA Semarang pada tanggal 15 s/d 18 Juli 2008. Dalam pelepasan keberangkatan ketiga mahasiswa Fakultas Peternakan UNISLA ini Purek I Unisla, Bambang Eko Muljono,SH, mewakili jajaran rektorat yang hadir berpesan agar mahasiswa yang membawa nama Lamongan ini melaksanakan tugas semaksimal mungkin dan dapat membawa diri dengan baik. Sejak di tingkat Kopertis VII tim UNISLA tidak memasang target untuk menang, namun yang penting adalah bagaimana UNISLA dapat memberikan sumbang sih ide yang aplicable kepada msyarakat, bangsa dan negara. Di Tingkat Nasional ini tim UNISLA akan menghadapi tidak hanya perguruan tinggi Swasta yang besar dan mapan tetapi juga Perguruan Tinggi Negeri yang ternama. Pada Wilayah C (Jatim, Bali, NTB, dan NTT) tim UNISLA mampu menjadi juara II. Hal ini membuktikan bahwa arek-arek lamongan dan UNISLA dengan fasilitas sederhana dan sangat minim dalam proses belajar mengajar tidak kalah dengan yang lain. Namun demikian pelepasan yang dilaksanakan pada tanggal 14 Juli jam 20.30 WIB ini diselimuti suasana penuh haru karena ada sedikit ganjalan yang dirasakan oleh BEM Fakultas Peternakan UNISLA, hal mana bukan oleh karena ulah dan perlakuan jajaran UNISLA, tetapi hingga menjelang berangkat untuk audensi dengan BAPAK H. MASFUK,SH., Bupati Lamongan tidak dapat terlaksana, karena surat permohonan untuk audensi barang satu menit saja yang telah dikirim jauh hari tidak mendapat jawaban diterima atau ditolak baik dengan lisan maupun tulisan. Padahal kami audensi hanya minta do'a dan dukungan moral, tidak minta bantuan atau mengemis sangu, karena seluruh hadiah dari Tingkat Kopertis VII hingga Wilayah C oleh UNISLA diserahkan seluruhnya kepada Tim ini tanpa ada potongan satu sen pun. Atau mungkin Pak Masfuk tidak menganggap mahasiswa UNISLA sebagai aset SDM Lamongan. Hal ini amat sangat disayangkan oleh BEM Fakultas Peternakan UNISLA. Melihat hal tersebut jajaran Rektorat UNISLA berharap anak-anak bisa melupakannya dan yang paling penting sudah mendapat do'a restu dari ibu dan bapak serta seluruh civitas academika dan masyarakat Lamongan. Hanya Allahlah yang tahu tentang itu semuanya. |