Home arrow Berita arrow Olimpiade Beijing 2008 Arena Mendemokrasikan Cina
Friday 30 July 2010 01:18:02 PM
;
Olimpiade Beijing 2008 Arena Mendemokrasikan Cina
Saturday, 03 May 2008

Rilis PUSJUKI : One World One Dream Olympic Beijing 2008

"ARENA MENDEMOKRASIKAN CINA”.

Oleh: DR Hc Anni Iwasaki. Presiden PUSJUKI

Presiden Bush pada hari Selasa,22/04, membantah bahwa negerinya bukan sedang mengalami resesi melainkan economic slowdown. Mulai minggu ini hujan dolar yang disisihkan dari pajak akan mengalir langsung ke rekening bank sekitar 130 juta keluarga AS. Setiap orang memperoleh 600 dolar, 1200 dolar untuk pasangan suami-istri dan tambahan 300 dolar untuk masing-masing anak. - adalah kebijakan pemerintah AS yang diputuskan dibulan Pebruari lalu mendongkrak perekonomian AS. Seluruhnya berjumlah 168 milyar dolar untuk mengatasi kenaikan harga minyak dan pangan. Sementara dari partai Demokrat Sen Charles Schumer, D-N.Y., Ketua Umum dari the Joint Economic Committee of Congress berkomentar, potongan pajak yang akan dikembalikan kepada rakyat hanya akan mengalir kembali ke kantong OPEC, kecuali apabila OPEC untuk meningkatkan volume produksinya

Hal ini memperkuat dugaan bahwa lonjakan harga minyak dunia yang diikuti oleh lonjakan harga-harga lain terutama pangan. Adalah merupakan serangkaian tekanan dari blok barat kepada the rising Cina. Karena anggaran militer Cina terus membengkak, pertumbuhan ekonominya  dianggap banyak melakukan praktek curang termasuk memerintah rakyatnya dengan tangan besi. Sebagai negara yang memiliki cadangan devisa tertinggi dunia tetapi pemerintahan membiarkan rakyatnya hidup dalam serba kekurangan. AS, Jepang dan Uni Eropa merasa perlu mengambil tindakan. Tahun lalu untuk yang pertama kali anggaran militer Cina melampaui Jepang(no 6). Sedangkan ditahun ini Cina berencana  menaikkan anggaran militernya lagi sebesar 409.9 milyar yuan, naik 17.7 persen. Laporan dari Departemen Pertahanan AS memperkirakan  anggaran militer Cina lebih besar antara 2 hingga 3 kali lipat dari jumlah yang diumumkan. Jika laporan ini benar, berarti Cina menduduki peringkat  kedua, setelah AS, dalam hal besaran anggaran militer. (1. AS 623 milyar dolar 2008, 2.Cina 65 milyar dolar 2004/World Fact Figure)
 
Dalam bidang perdagangan Jepang mencurigai bila oda-official development assistance-yang dialirkan Jepang  ke Cina, dipinjamkan lagi oleh Cina ke negara-negara terpuruk dengan bunga lebih rendah.   AS menuduh Cina mematok nilai mata uang yuan lebih rendah (sekitar 40 persen) terhadap dolar AS menjadikan harga produk dari Cina di pasar AS berharga sangat murah. Perbuatan itu dianggap sebagai sumber defisit neraca perdagangan AS-Cina tak kurang dari 400 milyar dolar. Polusi udara yang keluar dari cerobong-cerobong asap pabrik-pabrik di Cina borderless berhembus kemana-mana.
 
Hubungan ketiga negara ini tak selalu buruk media juga mengungkap bahwa pekerjaan konstruksi Jepang-Cina membangun kereta tercepat Jepang shinkanseng bernilai milyaran dolar sedang berlangsung di Cina. Cina dan AS bersatu menghadapi pembangunan senjata nuklir Korea Utara. Bulan madu Cina dengan Israel, negara angkat AS, terus berlangsung. Selain dari Rusia, melalui tangan Israel, Cina memborong senjata-senjata buatan AS lalu membuat repronya.  
 
Namun demikian Cina sebagai pemain baru dunia dengan besaran ekonomi setelah AS dan Jepang. Membuat blok barat merasa perlu segera mendemokrasikan Cina. Presiden Bush telah memerintahkan  menyebarkan ’pelampung’ ke seluruh rakyat AS. Bersamaan dengan perhatian dunia yang sedang berpusat ke ”One World One Dream Olympic Beijing 2008” yang akan dibuka pada bulan Agustus mendatang di Beijing. Dan upaya pemerintah Cina menjadikan Olympic Beijing 2008 sebagai momen terpenting yang bisa dilihat langsung oleh rakyatnya dari balik ’terali besi’ dan berjumlah 1.4 milyaran jiwa. Bahwa, negerinya, adalah pemimpin dunia di abad ke21. Tekanan-tekanan blok barat kepada Cina diyakini akan semakin berat. 
 
THE ‘RISING’ CINA.
Laporan tahunan Pentagon tentang kekuatan militer Cina yang dirilis pada tanggal 3  Maret lalu merisaukan pembangunan militer Cina yang terus berlangsung. Dikutip oleh media, bukan hanya untuk menggertak Taiwan agar lebih merapat ke Cina, tetapi juga dimaksudkan untuk merebut kesempatan menguasai sumber-sumber alam dan teritori di daratan Pasific barat. Kapal perang Cina mengawal pengeboran sumber minyak di Laut Cina Timur yang diklaim Jepang sebagai wilayahnya.
 
Dari tahun ketahun latihan militer bersama para anggauta dari Shanghai Cooperation Organization, termasuk Rusia dan beberapa negara di Asia Tengah, semakin tampak menantang AS. Bahkan dilaporkan juga adanya  gerakan merubah dermaga dan pelabuhan di Pakistan dan Myanmar  menjadi pangkalan militer Cina untuk mengamankan lalu lintas laut yang mengangkut minyak mentah dari Timur Tengah dan Afrika ke Cina.
Tentu saja hal ini bukan hanya merisaukan AS karena Cina akan menjadi pesaing melainkan lebih kepada gejala mengkudeta AS dari hegemoni dunia. Gejala itu membuat inflow Cina ke AS dengan maksud baik menyeimbangkan neraca perdagangan kedua negara justru  melahirkan konflik baru didalam Kongres AS, dicurigai sebagai  investasi  berbahaya. 
 
Bagaimana Cina bisa melangkah sejauh itu? Disamping memiliki hak veto di PBB, Cina melakukan kerja sama dengan Group 77(G-77) menjadi G-77 Plus Cina, adalah grup pelobi negara-negara berkembang. Awalnya G-77 ini dibentuk pada tahun 1964 beranggautakan 77 negara, kini anggautanya 132 negara menjadi blok terbesar di PBB yang beranggautakan 192 negara.
 
Cina memanfaatkan kesempatan itu dengan menawarkan bantuan pembangunan tanpa prasyarat seperti demokrasi ataupun transparansi dlsb- kondisi yang sering disebut tidak mencampuri urusan dalam negeri seperti ini adalah bentuk bantuan  yang paling disukai oleh umumnya negara yang ingin segera berkembang secara instan. Hasilnya, banyak negara-negara di Afrika anggauta G-77 berpihak kepada  Cina.
 
Beijing terus mengalirkan pinjaman dana dalam jumlah besar dengan bunga rendah ke negara-negara di Afrika dengan imbalan sumber daya alam; minyak dan mineral  sekaligus mengerjakan proyek-proyek besar yang dibangun di negara-negara yang memperoleh bantuan dana itu. Tahun 2006 besaran proyek konstruksi yang dikerjakan oleh Cina menggeser Perancis yang selama ini adalah penguasa terbesar di benua itu. Seluruh kontrak yang ditandatangani oleh Cina senilai 5.1 milyar dolar, atau menguasai 28 persen pasar kerja di Afrika. Disamping itu ekspor Cina ke Afrika tahun 2007 mencapai 73.5 milyar dolar atau 13 kali lipat dibanding dekade sebelumnya. Hot money yang mengalir ke Cina pun semakin deras diperkirakan sebanyak 80 milyar dolar.
 
Dibalik semua itu dikabarkan pula bila derasnya impor barang dengan harga murah dari Cina ke negara-negara Afrika,  menyebabkan kebangkrutan sekitar 80 persen pabrik tekstil di Nigeria dan 250 ribuan orang kehilangan pekerjaan. Di Afrika Selatan 60 ribu orang dikabarkan kehilangan pekerjaan setelah 800 pabrik tutup. Sering terjadi bentrok antara pekerja Cina dan pekerja lokal. Penggusuran lahan mulai terjadi. Jurang antara si kaya dan si miskin semakin lebar. Dst. Kini rakyat Afrika mulai merasa bak lepas dari mulut harimau masuk ke mulut singa,  kehadiran Cina di benua itu tak ubahnya penjajah baru.
 
AS MASIH NEGARA TERPERCAYA.
Dalam forum Yomiuri International di bulan Maret lalu di Tokyo , “The Tottering Dollar
and the Future of the Yen”.  Menghadirkan para panelis dunia a.l Kazuo Mizuno,Chief Ekonom dari Mitsubishi UFJ Securities Co.; Dino Kos, Managing Director dari Morgan Stanley Investment Management; Eisuke Sakakibara, Professor di Waseda University; dan Richard Koo, Chief Ekonom dari Nomura Research Institute. Shinji Fukukawa,Chairman dari the Machine Industry Memorial Foundation, sebagai moderator.
Terungkap bahwa mata uang dolar AS tetap sebagai mata uang terpercaya di dunia. Dino Kos menunjuk data IMF, dari seluruh mata uang yang ada di dunia, dolar AS tetap sebagai mata uang dalam jumlah terbanyak yaitu 63%, dimiliki oleh pemilik cadangan devisa dunia. Survei bank sentral dan tabulasi Bank for International Settlements tahun 2007 mendapati 86 persen dari transaksi perdagangan dunia menggunakan dolar AS. Lanjut Kos, hal ini membuktikan merosotnya dolar terhadap mata uang lain bukan dikarenakan  bank-bank sentral sedang melepas dolar dalam jumlah sangat besar. “Saya yakin peranan dólar dalam cadangan portfolio tetap yang paling tinggi lebih dari 60 persen, tidak ada mata uang dari negara manapun yang mampu mendekati jumlah ini”. Kazuo Mizuno mengatakan, selama 11 tahun hingga tahun 2006,  aset uang global tumbuh sekitar 60-150 trilyun dolar, AS dan Uni Eropa adalah pemasok terbesar. Dino Kos menambahkan titik inflasi AS termasuk pangan dan energy stabil sekitar 2.25-2.5 persen.
 
PERANAN JEPANG.
 Keteguhan Jepang memegang prinsip damai dengan memanfaatkan  UU negara Jepang no 9 buatan AS yang melarang armada pasukan bela diri Jepang beroperasi di luar teritori Jepang  mendudukkan partisipasi Jepang di  PKO(Peace Keeping Operation) dan misi politik  PBB pada ranking ke 82.  Kecuali membuat AS merasa aman sekaligus tidak berkutik tatkala dihadapkan kepada demokrasi berdasar kepada UU ini ketika rakyat Jepang menolak pemerintahnya mengirimkan pasukan bela diri Jepang ke luar Jepang.
 
Dalam tugas-tugas seperti itu Jepang hanya menurunkan 38  personal termasuk yang dikirim ke Lembah Golan di Timur Tengah. Partisipasi AL pasukan bela diri Jepang ke Afganistan yang berakhir tgl 1 Nopember tahun lalu  dan perpanjangannya dihadang oleh Ichiro Ozawa yang kini menduduki mayoritas Majelis Tinggi, belum ada kelanjutannya lagi. Pengadilan Tinggi Nagoya di Nagoya pada tanggal 17 April baru-baru ini kendati tidak memerintahkan penghentian  pengiriman militer Jepang ke Iraq , sidang menyatakan,  pengiriman AU pasukan bela diri Jepang ke Iraq melanggar UU Negara Jepang dengan menunjuk Iraq sebagai wilayah pertempuran. Atas gugatan sipil yang dipimpin oleh mantan dubes Jepang untuk Lebanon Naoto Amaki tentang pengiriman pasukan bela diri Jepang ke Iraq sejak  pemerintahan PM Koizumi berlanjut kepada pemerintahan PM Fukuda. Gugatan yang sama sekarang diproses di 11 pengadilan distrik di seluruh Jepang.
 
Sebagai satu-satunya negara non bule dalam jajaran negara-negara maju dan tergabung dalam G-8. Meskipun telah menggenggam kepercayaan yang sangat tinggi dari AS, dalam kompetisi di dalam blok barat, posisi Jepang tidak selalu manis. Sementara ketika berada diantara bangsa non G-8, Jepang sering menjadi sasaran kecemburuan dan kecurigaan. 
 
Bersenjatakan o hanashi (dialog),  rakyat Jepang yang juga bagian dari sasaran kebengisan Imperial- Japanese Army (sejak jaman samurai-militer) pra PD II, lebih memposisikan diri sebagai jembatan budaya. Bahwa, membangun masyarakat sipil adalah jalan yang paling tepat untuk mencapai kesejahteraan dan kedamaian dunia. Tak ubahnya umumnya saudara tua Jepang yang selalu ingat pesan-pesan ibunya, harus ulet agar berhasil dan harus sabar agar bisa membimbing adik-adik.
 
Global Poll mendapati 56 persen responden dari 34 negara menjawab Jepang memiliki pengaruh positip kepada dunia menduduki jawaban tertinggi (jawaban terbanyak sekitar 70an persen dari AS, Australia, Inggris, Kenya, Israel dan  Indonesia), posisi kedua diduduki oleh Jerman, Uni Eropa 52 persen, Inggris dan Perancis masing-masing 50 persen, AS 35 persen.  Survei diselenggarakan oleh koran Yomiuri Shimbun, BBC World Service dan beberapa institusi, menanyakan pengaruh 13 negara kepada dunia pada bulan Oktober/07-Januari/ 08. Yang menjawab Jepang memiliki pengaruh negatip hanya 21 persen(pemilih paling banyak dari Cina dan Korea Selatan) dibawah Jerman(18 persen), AS 47 persen.  Negara yang paling negatip pengaruhnya adalah Iran 54 persen, Israel 52 persen dan Pakistan 50 persen.
 
Menyongsong pertemuan negara-negara G-8 diketuai oleh Jepang, yang akan diadakan di Toyakocho , Hokkaido pada bulan Juli mendatang dan diduga akan menghasilkan serentetan tekanan kepada Cina. Kendati Jepang belum mengumumkan kehadiran PM Fukuda ke pembukaan Olimpiade Beijing yang marak dengan seruan “boikot”,  Presiden Hu Jintao dijadwal akan mengunjungi Jepang pada tanggal 6 Mei minggu depan untuk mengadakan pembicaraan dengan PM Fukuda.
 
POLITIK BEBAS-AKTIP...HARUS MENGUNTUNGKAN.
Jika konflik negara-negara besar ini tidak segera mendapatkan titik temu. Kehidupan di Indonesia akan menjadi semakin bertambah sulit,  kualitas generasi muda Indonesia yang sedang dikepung oleh berbagai masalah menghadapi masa depan, akan bertambah buruk. 
 
NKRI sebagai negara terbesar di Asia Tenggara, berada pada geographis strategis di kawasan selat Malaka dan berpenduduk terbesar keempat dunia. Dengan segala kelebihan yang masih dimiliki, momen ini adalah yang paling tepat untuk menyedot  perhatian para penentu dunia khususnya Jepang, ke Indonesia .
 
Demokrasi politik dan transparansi yang sedang mekar-mekarnya dalam pemerintahan Presiden SBY-Wapres MJK dan mendapatkan pujian dari luar negeri harus segera berlanjut kepada usaha menyiapkan konsep pembangunan demokrasi ekonomi.
 
Untuk itu pemerintah RI membutuhkan mediator budaya dan menguasai lintas ilmu untuk ‘menyulap’ Perjanjian EPA-Economy Partnership Agreement- yang ditandatangani oleh Presiden SBY-PM Abe akhir tahun lalu di Jakarta. Menjadi lebih universal, proaktif, atraktif, energik, konstruktif, produktif dan implementatif agar lebih mudah dimengerti oleh pihak Jepang. Begitu pula keinginan dari pihak Jepang bisa segera ditangkap oleh Indonesia tanpa mengorbankan hak-hak hidup para pekerja Indonesia . 
 
Dengan demikian dapat segera diketahui kesinambungan dan besaran nilai return yang dikandung oleh perjanjian itu. Persesuaian budaya antara Indonesia-Jepang dan berhasil dituangkan kedalam langkah-langkah perjanjian EPA Indonesia-Jepang sekaligus dapat menjadi dasar solusi struktural dan kultural yang sangat dibutuhkan oleh negara-negara maju dan negara-negara berkembang, khususnya AS dan Cina supaya dapat melangkah bersama membangun dunia.#Tokyo 29 April 08.*Pusat Studi Jepang Untuk Kemajuan Indonesia . Referensi; web Inside Yahoo, Daily Yomiuri, Asahi Shimbun. Siaran berita dan talk-shows di tv NHK, TBS, Fuji , Nihon Telebi dll. Find anni iwasaki at yahoo, google and jurnalnet.com/ Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
 
< Sebelumnya   Berikutnya >