Home
Thursday 09 February 2012 07:12:31 PM
;
Semiloka Inovasi Pendidikan di UNISLA
Saturday, 26 April 2008
Inovasi Pendidikan merupakan jawaban yang terakhir yang harus dilakukan di Indonesia jika melihat situasi kondisi Indonesia saat ini. Sejarah telah mencatat bahwa ketika Jepang hendak beranjak dari keterpurukan akibat bom atom yang meluluh lantakkan Nagasaki dan Hirosima Agustus 1945 hanyalah melalui inovasi pendidikan. Kaisar Hiro Hito pada saat itu berdiri tegak menatap kearah matahari seraya menarik napas panjang dan memerintahkan untuk mencari guru yang masih tersisa diantara reruntuhan yang akan dijadikan modal dalam membangun Jepang. Hasilnya dapat kita lihat bersama Jepang saat ini menguasai ekonomi dunia. Contoh tersebut disampaikan oleh Purek I UNISLA, Bambang Eko M, dalam pembukaan “Semiloka Inovasi Pendidikan” yang diselenggarakan oleh Program Pascasarjana Universitas Islam Lamongan di Kampus Hijau Jalan Veteran 53-A, Lamongan. Semiloka yang dihadiri oleh 420 peserta tersebut menghadirkan nara sumber Prof.Dr.H. Ibrahim Bafadal,MPd, Staf Ahli Mendiknas, Konsultan Pendidikan dan Guru Besar Universitas Malang serta Prof.Dr. Kauswi Saiban, MA, Direktur Program Pascasarjana UNISLA. Sedangkan Narasumber yang berhalangan hadir karena sakit adalah Prof. Dr.KH. Said Agil Siraj, Ketua PBNU dan dosen tamu UNISLA. Menurut Prof. Ibrahim, Inovasi pendidikan tidak harus dengan biaya mahal, tetapi inovasi adalah proses learning dan change. Untuk menjadi guru yang inovatif, maka seorang guru harus kaya dengan ide gila. Sudah menjadi axioma, bahwa agar guru menjadi inovatif, maka Kepala sekolah harus inovatif, demikian seterusnya.

Dari data dapat dilihat dalam kemampuan belajar membaca, Sains dan matematika Indonesia menduduki peringkat antara 38 dan 39 dari 41 negara yang dijadikan sample penelitian. Sedangkan Korea yang dijadikan pembanding dalam penelitian dengan kondisi ratio guru dan murid 1 : 30 yang sebenarnya tidak lebih baik dari Indonesia yang sudah 1 : 20. Apakah kita akan tetasp terpuruk terus ?  “Semiloka Inovasi Pendidikan” yang diselenggarakan oleh Program Pascasarjana UNISLA berusaha mencari jawabnya.
 
< Sebelumnya   Berikutnya >