|
Berlarut-larutnya dialog dengan Korea Utara memunculkan dugaan kuat setelah Iraq negeri itu adalah target pemboman selanjutnya oleh pemerintahan Presiden Bush. Namun hanya beberapa saat sebelum pemilu presiden AS berakhir, pada tanggal 18 Okt lalu tanpa diduga Presiden George W Bush betul-betul menghapuskan Korea Utara dari daftar dugaan negara teroris. Dan menyatakan kesediaan negeri itu diinspeksi aktivitas nuklirnya oleh Washington. Adalah manuver terakhir Republican, secara konkrit, menjawab antusiasme rakyat AS yang sedang merindukan ”change”. Namun, performance John Mc Cain-Sarah Palin selama kampanye terlalu buruk sehingga upaya Republican mendongkrak popularitas keduanya tak terbaca oleh rakyat AS. Presiden Bush yang pernah mendapat kepercayaan luar biasa dari rakyat AS justru karena menghujani Iraq dengan bom dan terpilih lagi memimpin AS untuk periode kedua. Pada bulan Januari tahun depan Bush harus menyerahkan Gedung Putih kepada Senator Barrack Obama, 47 tahun, dari partai Demokrat penjabat Presiden AS ke 44.
Sebagai ”Polisi Dunia ”, dari mana lagi AS mendapat uang jika tidak menjatuhkan bom-bom dinegara yang dianggap membahayakan keamanan internasional ? Sejak Iraq tidak ada lagi negara yang dibombardir. Sudah barang tentu pada bulan September lalu bom waktu meledak disektor finansial AS. Sementara AS dan negara-negara sekutunya mampu menutup kebutuhan bank-banknya justru usaha-usaha dinegara-negara yang bukan sekutu AS, terbakar hangus. “It’s very clear that we exported our “toxic mortgages” and that had we not done that the American downturn would have been worse. So we have suffered less, but the world has suffere more “ ungkap Joseph Stiglitz , Pemenang Hadiah Nobel Ekonomi kepada Kiyoshi Okonogi, Asahi Shimbun, tgl 5 Nop 2008. Di Eropa, Hongaria, Iceland dan Ukraina dikabarkan mendapat tekanan ekonomi berat nilai mata uangnya hancur dan membutuhkan penyelamatan darurat oleh IMF. Diberitakan lagi di Pakistan mata uang asing dalam jumlah besar ’lari’ ke luar dan negeri itu kini sedang ’terbaring’ di ruang ugd menunggu resep recovery dari IMF. Untuk wilayah Asia meskipun pengamat mengatakan krisis saat ini tak seburuk krisis moneter tahun 1997 sebagian besar negara Asia seperti India, Korea Selatan, Indonesia merosotnya nilai mata uang negeri-negeri itu cukup mengkuatirkan apabila ekonomi AS tidak segera pulih. Jeffry D Sachs Profesor Ekonomi dan Direktur Earth Institute dari Univ Columbia mengatakan “The biggest energy crisis of all, it seems, involves the misdirected energy of a U.S. foreign policy built on war rather than scientific discovery and technological progress” ((C) Project Syndicate 2006. www.project- syndicate. org) Obama secara eksplisit tidak mengkampanyekan bahwa ”change” yang dijanjikan adalah merobah kebijakan politik luar negeri AS dari build on war menuju scientific discovery and technological progress. Bahkan dia tak mengkampanyekan solusi. Apabila krisis finansial AS tidak segera mendapatkan jalan keluar, dengan keadikekuasaannya AS akan menjadi eksportir toxic morgage. Dengan cara bagaimana ” Yes we can” nya Obama dapat segera mengatasi kondisi mengerikan itu? Perspektif Jepang. Euphoria kemenangan Barrack Obama dalam pemilu presiden AS sampai juga ke pelosok Jepang di pulau Obama dengan seluruh penduduknya selama kampanye berlangsung menjadi ‘tim sukses’. Dan kini sedang merayakan kemenangan dan memperoleh respon langsung dari Barrack Obama dalam percakapannya melalui telepon dengan Taro Aso. Tanggapan politisi di Jepang tentang terpilihnya Obama, bahwa, siapapun yang menjadi presiden AS, tidak akan merobah kebijakan luar- negeri dari negara itu. Kemenlu Jepang mengatakan, dua hari setelah Obama terpilih menjadi Presiden AS , PM Taro Aso menelpon Obama. Keduanya langsung terlibat pembicaraan kerja yang intinya memperkuat hubungan kedua negara dalam menghadapi banyak persoalan dunia terutama krisis keuangan, Afganistan dan Korea Utara. Meskipun dalam benak umumnya politisi Jepang masih blank tentang apa dan bagaimana Obama nanti merealisasikan retorika kampanyenya? Aso menegaskan , AS tetap merupakan partner paling penting dalam kebijakan politik luar negeri Jepang. Jepang masa lalu adalah negeri berdarah-darah. Nyawa rakyat tak lebih berharga dibanding nilai pedang para samurai yang disebut katana. Restorasi Meiji tahun 1868 moderenisasi samurai kepada militerisme tak pula membawa kehidupan rakyat Jepang menjadi lebih baik. Bahkan dalam pemerintahan the Japanese Imperial Army itu rakyat-rakyat di negara tetangga termasuk rakyat Indonesia ikutan menderita pula. Pada tahun 1945 setelah Jepang dibombardir oleh AS, lahir pemerintahan sipil scientific discovery and technological progress . Atau dengan kata lain meninggalkan militerisme menuju pengembangan ekonomi intelektual rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat (Demokrasi Ekonomi). Dari penghasilan kerajinan tangan berupa periuk nasi menjadi industri rice cooker menghidupi bangsa Jepang Moderen kini. Sebagai negara pengembang ilmu pengetahuan dan teknologi sipil termaju dunia dan selalu proaktip mengeliminasi perlombaan senjata . Jepang, semakin pede ketika gerakan anti pemanasan global(A-Global Warming) yang lahir dari Kyoto Protocol tahun 1997, membangun ilmu pengetahuan, teknologi dan industri dengan value added . Mampu memperbaiki dan mencegah terjadinya kerusakan lingkungan hidup sekaligus stimulator untuk mengembangkan ekonomi sipil dunia. Pada gilirannya menjadi keputusan puncak pertemuan kepala negara dari G-8 di Toyakocho, Hokkaido Jepang pada pertengahan bulan Juli tahun ini. Kendati AS penghasil emisi CO2 terbesar 21.4 persen dari total emisi dunia 2.71 milyar ton , belum mengamini target pengurangan jumlah emisi CO2 menjadi tinggal separoh pada tahun 2050. PM Fukuda dari Jepang sebagai Ketua Summit Kepala Negara G-8 segera mengambil inisiatip memimpin dengan menggelindingkan US$30 milyar. Untuk biaya riset dan pengembangan teknologi terbaru anti pemanasan global rendah emisi dan ekosistem yang disebut “GREEN-Tech LIFE STYLE” (GTLS). Penghasil emisi CO2 terbesar kedua dunia 18.8 persen, Cina, semakin mesra menjalin hubungan dengan Jepang. Sebulan sebelum pertemuan kepala Negara G-8 tersebut, awal Juni tahun 2008 PM Yasuo Fukuda-Presiden Hu Jintao menandatangani kerja sama menggunakan teknologi terbaru CCS(cutting-edge carbon dioxide capture and storage), mulai tahun 2009 bernilai 20 milyar yen (Y 1= rp113). Proyek besar mengurangi karbon dioksida yang dihasilkan oleh Cina sebanyak 3 juta ton setiap tahun. Hubungan baik Jepang-Cina rintisan PM Abe dan PM Fukuda semakin dipererat oleh PM Aso Taro. Dalam pertemuan ASEM di Beijing baru-baru ini Aso menegaskan lagi kepada Presiden Hu agar hubungan Tokyo-Beijing harus lebih dipererat. Bagi Jepang hubungannya dengan Cina menjadi sangat penting sejak banyak negara termasuk Indonesia, trauma dengan IMF lalu menyandarkan ’nasib’nya kepada Cina. Jepang, negara donor terbesar dunia tak perlu bersusah payah kesana kemari cukup ’pegang’ Cina saja. Tampaknya Jepang tak bertepuk sebelah tangan, Presiden Hu lebih merasa nyaman bersahabat dengan Jepang ketimbang mendekat kepada Amerika Serikat. Rekomendasi Kepada Pemerintah RI. Saya ditanya oleh seseorang, apakah nilai mata uang rupiah (kini Rp11.800) terhadap US dolar dapat kembali ke kisaran Rp 9 ribu? Jawab saya, sudah lebih kurang 11 tahun sejak krisis tahun 1997 dan orang pun sudah lupa bahwa ukuran membaiknya ekonomi Indonesia agar dapat bertahan dari serangan krisis regional-global adalah jika nilai rupiah lebih tinggi dari ketika terjadinya krisis tahun 1997 ketika itu pada kisaran Rp 2500 terhadap dolar AS. Kerajaan Inggris ’tangan kanan’ AS melalui kunjungan Pangeran Charles ke Jakarta baru-baru ini kepada Presiden SBY, dia berharap agar Indonesia berdiri di garis depan dalam penyelamatan hutan tropis. Dukungan Pangeran Charles itu kiranya bukan hanya diterjemahkan sebatas proyek Go Green dalam kontek tradisional. Melainkan diartikan lebih luas kepada program pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bertaraf internasional, GREEN-Tech LIFE STYLE(GTLS) di Indonesia. Dengan jumlah penduduk yang semakin besar, 300-an juta pada tahun 2015. Demi mencapai kemandirian ekonomi nasional yang bukan hanya dapat bertahan melainkan bisa bermain dalam tataran global. Dengan proses transparansi yang semakin baik dalam pemerintahan Pres SBY-MJK. Tidak bisa tidak, pemerintah RI harus segera meninggalkan ekonomi otot rakyat. Partai politik -partai politik yang bertarung dalam pemilu legislatif dan pilpres 2009 kader-kadernya tidak lagi hingar-bingar mengkampanyekan platform parpol-parpol dan tidak implementatif. Melainkan segera berkampanye mensinergikan konsep pembangunan nasional(kearifan lokal) dengan konsep pembangunan internasional dalam hal ini adalah pembangunan masyarakat GREEN-Tech LIFE STYLE(GTLS). Proses moderenisasi Indonesia kini menghasilkan 1.3 emisi CO2 dari total emisi CO2 dunia jangan sampai kebablasan sehingga harus bekerja tidak cukup sekali seperti yang terjadi di India, Cina maupun di AS. Dalam visi, misi dan program kerja pembangunan jangka instant-jangka panjang berkesinambungan membangun masyarakat Indonesia sadar ekosistem dan membangun sarana dan prasarana industri berat hulu-hilir dengan inovasi teknologi rendah emisi secara komprehensif. Antara lain pembangunan di sektor industri(pabrik- pabrik), sektor transportasi (kendaraan darat, laut dan udara), sektor privat non industri (bisnis), sektor privat non industri (rumah tangga), sektor industri proses batu gamping, sektor teknologi daur ulang terutama plastik dan minyak dan sektor konversi energi(pengembangan energi alternatif). Regulasi-mekanisme GTLS, pembangunan sumber daya manusia mengutamakan Safety First; standar profesi, sertifikasi dan upah berstandar internasional. Pembangunan industri hulu-hilir mengutamakan inovasi teknologi Rendah Emisi. Manajemen pembangunan mengutamakan inovasi Teknologi ICT(informasi-komunika si teknologi). Pembangunan infrastruktur mengutamakan pengembangan inovasi Teknologi Disaster Risk Reduction(Tanggap Bencana). Dan Pendanaan melalui mekanisme PBB multilateral dan win-win solution. Dalam kontek dan konten pembangunan character building generasi baru yang akan menjadi sumber daya manusia era GTLS, UU Perlindungan Anak Thn 2002, produk pemerintahan Megawati, harus dijalankan oleh pemerintah RI secara konsekwen. Disinilah dasarnya agar pertumbuhan penduduk secara kualitas dan kuantitas dapat berimbang dengan pertumbuhan ekonomi intelektual yang sedang berlangsung. Masa transisi membangun ekonomi kerakyatan tidak lagi menggunakan kail-umpan, sampan-kayuh, pacul dan kerbau melainkan berbagai teknologi mutakhir impor yang membanjiri life style kalangan pemutus kebijakan di Indonesia. Dan menghabiskan devisa milyaran rupiah setiap tahun dapat segera berfungsi dengan benar dalam proses alih teknologi inovasi GTLS membangun martabat rakyat secara layak universal. Dengan sekali pencet pembangunan masyarakat di tujuh pulau tercapai. Indonesia bisa memegang peranan terpenting dan memimpin pembangunan masyarakat GTLS di negara-negara berkembang yang jumlahnya lebih seratus lima puluh negara. Membangun taraf hidup rakyat sekaligus menyelamatkan lingkungan dan mempercepat daya serap usaha secara nasional dan transnasional. Dijamin Barrack Obama yang pernah bersekolah di sd Menteng sekaligus menjadi inspirasi akan lahirnya para pemimpin muda dunia menjadi lupa berperang. Perhatiannya akan tersedot ke Indonesia turut berpartisipasi mengembangkan scientific discovery and technology progress GTLS keseluruh dunia. Seperti pada saat-saat yang lalu Investasi Jepang di Indonesia dapat segera meningkat dari tujuan investasi peringkat keenam saat ini menjadi peringkat satu. Dalam kurun waktu yang dapat diukur tanpa mengulangi kesalahan generasi para orang tua, generasi muda Indonesia menjadi generasi baru masyarakat dunia GTLS. Berdiri sama tinggi dan duduk sejajar dengan generasi dari negara-negara industri maju mensukseskan tercapainya MDG(millenium development goal). Apabila pemerintah pusat dengan sistim top-down, tidak segera tanggap, gerakan nasional mengglobal ini melalui otorita daerah, bottom-up dapat segera dimulai. ”O, YES WE CAN!”#AI/Tokyo diselesaikan di Jakarta, 10 Nov 2008. Email anni_iwasaki@ yahoo.com. sg Search anni iwasaki at google, jurnalnet.com and pusjuki.org --- Pada Sen, 10/11/08, anni iwasaki <
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
> Rilis PUSJUKI JIKA BOM WAKTU MELEDAK DI SEKTOR FINANSIAL AMERIKA SERIKAT Oleh: DR Hc Anni Iwasaki. Presiden Pusat Studi Jepang Untuk Kemajuan Indonesia. |